Negara Solusi


"…mending bayar aja kalau mau cepet masbro…"

Saya yakin kita semua sering mendengar kalimat di atas dan kaitannya dengan judul blogpost ini ya biasanya kalimat tersebut muncul untuk memunculkan “solusi-solusi” itu.

Mobil Murah dan Rangkaian Permasalahannya




Pertama kali saya dikejutkan dengan munculnya mobil murah adalah pada saat melihat iklan Daihatsu Ayla dengan harga dibawah 100 juta. Reaksi spontan saya adalah, excited, karena pada akhirnya kendaraan ini bakal lebih kebayang untuk dimiliki. Ya bayangkan saja, di kota yang transportasi umumnya tidak layak ini apalagi yang didambakan selain bisa bepergian dengan nyaman, betul tidak. Macet? Ya macet itu sudah nasib dan tidak akan bisa diselesaikan lagi, intinya adalah bagaimana dalam mengarungi kemacetan kami tidak makin menderita dengan harus berdesak-desakan di transportasi umum yang sangat tidak layak tersebut. Dan saya yakin seyakin-yakinnya inilah yang ada didalam benak sebagian besar penduduk Jakarta.

Saling Jaga dengan Keterbukaan




Pada dasarnya manusia itu diajarkan untuk malu jika berbuat salah, itu yang diajarkan pada kita sejak kecil, namun kemungkinan yang membuat perbuatan salah itu tidak (terlalu) terlihat membuat manusia jadi berani melakukannya. Ini yang membuat sesuatu yang ‘tidak benar’ susah sekali dikoreksi terutama jika sudah berlangsung lama dan sudah dianggap wajar. Istilah “sudah jadi rahasia umum” ataupun “tahu sama tahu” ikut andil dalam memelihara kebiasaan-kebiasaan ini. Mulai dari hal-hal kecil seperti perilaku antri, perilaku berkendaraan sampai dengan tingkatan korupsi. Kata kunci yang bisa membangkitkan kembali perasaan malu tersebut adalah ‘Keterbukaan’.

Jokowi Jadi Capres, Pecah Telor Politik Indonesia




Akhirnya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi calon presiden PDI-P setelah ketua umum PDI-P, Megawati Soekarno mengeluarkan surat perintah harian yang isinya mendukung Jokowi sebagai calon presiden PDI-P.