Trotoar untuk Siapa?
Jalan adalah sebuah prasarana penting dalam tata kota dimana banyak prasarana lain ikut bergantung pada keberadaan jalan tersebut yaitu salah satunya transportasi. Beragamnya pengguna jalan maka dirasakan penting untuk dibuat pembagian penggunaan jalan berdasarkan penggunanya, maka kita bisa menemukan apa yang kita sebut dengan trotoar yang saya yakin semua orang sudah tahu fungsinya untuk apa, yaitu untuk pejalan kaki yang melakukan perjalanan dengan alat transportasi alam yang built-in dengan tubuh kita, yaitu sepasang kaki.
Visi Jokowi vs. Prabowo Dalam Hal Korupsi
Saya bermaksud mengurai visi dan misi kedua capres—Jokowi dan Prabowo—di bidang politik dalam negeri. Tujuannya supaya kita bisa memiliki perbandingan yang jelas antara dua calon yang akan menjadi presiden Indonesia dalam lima tahun ke dapan. Dengan melakukan perbandingan yang tepat, saya berharap pemilih mendapat informasi yang lebih jelas siapa yang musti dipilih.
Artis Masuk Ke Politik
Artis masuk ke ranah politik prakteknya sudah dilakukan sejak lama, kalau diluar negeri kita kenal sosok Arnold Schwarzenegger,
seorang aktor yang masuk ke dunia politik dan berhasil menjadi gubernur
negara bagian California di Amerika Serikat. Dan di Indonesia pun ada
aktor Rano Karno dan Deddy Mizwar yang juga berkiprah
di dunia politik dan mungkin banyak lagi. Pertanyaannya adalah apakah
pengalaman sebagai aktor atau selebritas itu bisa menjadi modal untuk
masuk ke dunia politik? Dari kacamata rakyat biasa seperti saya tentunya
butuh lebih dari hanya punya pengalaman sebagai aktor untuk bisa
dipercaya menjadi setidaknya wakil rakyat kita. Ya yang namanya wakil
rakyat tentunya harus tahu dan bisa memperjuangkan kepentingan rakyat.
Apakah selebritas-selebritas ini punya kualifikasi yang pas utk jadi wakil rakyat? Atau hanya jadi kendaraan untuk mengambil hati rakyat demi kepentingan partai? Coba kita simak hasil wawancara Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa dengan Angel Lelga, caleg dari Partai Persatuan Pembangunan yang dulunya dikenal sebagai artis sinetron dan juga model.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan BangWin adalah seorang konsultan digital dan media sosial (Bangwinissimo Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow @bangwinissimo dan Facebook Profilenya.
Blognya bisa dibaca di bangwin.net
Apakah selebritas-selebritas ini punya kualifikasi yang pas utk jadi wakil rakyat? Atau hanya jadi kendaraan untuk mengambil hati rakyat demi kepentingan partai? Coba kita simak hasil wawancara Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa dengan Angel Lelga, caleg dari Partai Persatuan Pembangunan yang dulunya dikenal sebagai artis sinetron dan juga model.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan BangWin adalah seorang konsultan digital dan media sosial (Bangwinissimo Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow @bangwinissimo dan Facebook Profilenya.
Blognya bisa dibaca di bangwin.net
Revolusi Waktu dan Ruang Kerja
Bagi Anda yang bekerja di kota sepadat Jakarta tentunya tidak perlu dijelaskan lagi apa yang membuat kota ini belum bisa disebut sebagai kota yang nyaman untuk dijadikan tempat bekerja, namun yang ingin saya angkat di sini adalah bagaimana teknologi membuat kemungkinan terjadinya revolusi waktu dan ruang kerja dalam keseluruhan industri.
Polisi Cepek dan Cerminan Hukum Di Negara Kita
Dua hari yang lalu saya mengikuti “gumaman” twit salah seorang teman di Twitter, Pangeran Siahaan (@pangeransiahaan) yang bercerita tentang polisi cepek, polisi pembuka jalan (voorijder) yang sering disewa untuk membuka jalan agar tidak kena macet. Gumaman Pange (panggilan dari Pangeran Siahaan) setidaknya mengingatkan saya bahwa sayapun punya kegelisahan yang sama.
Pentingnya Konteks Dalam Foto Jurnalistik
"A picture is worth a thousand words"
Mungkin Anda semua pernah mendengar kalimat di atas, yang awalnya disampaikan oleh salah seorang editor di sebuah suratkabar tahun 1818 yang menggambarkan bahwa sebuah image/gambar/foto bisa “bercerita” banyak hal ketimbang kita menggambarkannya dalam bentuk tulisan. Mungkin terlalu naif ya tapi permasalahannya tidak semudah itu. Karena dengan tidak jelasnya konteks dalam gambar tersebut maka yang terbentuk adalah ribuan interpretasi yang tidak kelihatan yang mana yang benar. Bahkan di jaman teknologi internet dimana semuanya serba cepat, tanpa dibarengi sebuah konteks maka salah persepsi yang tersebar dan yang terjadi adalah su’udzon berjamaah.
Negara Solusi
Saya yakin kita semua sering mendengar kalimat di atas dan kaitannya dengan judul blogpost ini ya biasanya kalimat tersebut muncul untuk memunculkan “solusi-solusi” itu."…mending bayar aja kalau mau cepet masbro…"
Langganan:
Postingan (Atom)

