Program TV Berkualitas? Mulailah Dengan Host Yang Berkualitas


Hari Minggu, seperti biasa adalah hari saya mengunjungi rumah orang tua. Di saat itulah biasanya saya “terpaksa” menonton tayangan TV lokal. Maklum biasanya saya hanya menonton TV kabel program asing, sementara untuk tayangan program lokal ya beberapa acara komedi saja. Alasannya sederhana, karena hampir banyak program TV lokal tidak mempunyai bobot kualitas.

Di beberapa program TV lokal ini, ternyata saya menemukan beberapa judul yang mustinya menarik karena bisa memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat. Minggu pagi banyak program acara TV tentang petualangan, jalan-jalan, tour n trip, atau wisata kuliner. Pembawa acaranya mulai dari yang ganteng, cantik, bersolek, komedian, sampai yang bergaya-gaya banci (entah banci betulan?). Alhasil, isi dari materi jalan-jalan atau petualangannya itu menjadi nihil. Semua yang diceritakan oleh di pembawa acara (host) tidak penting, karena yang lebih dipentingkan adalah perilaku atau reaksi si host selama jalan-jalan itu. Reaksi host saat mencicipi makanan pun reaksi standar, reaksi dengan komentar yang terlihat sekali host nya pun tidak tahu musti berkomentar apa, selain “hmm.. enak pemirsa” atau “hmm.. wah rasanya gimana ya.. pokoknya.. gitu deh”.

Begitu juga saat si host jalan-jalan ke tempat wisata, komentarnya sama saat jika kita minta pendapat ke ibu-ibu yang baru turun dari bus wisata.. “wah pemandangannya bagus ya” period! Yang saya pun jadi curiga kalau si host ini pun tidak mendapatkan pengarahan, atau bahkan materi data lokasi dari produser atau sutradara program itu?

OK, saya tidak akan membahas problematika barusan. Saya justru ingin melihat dari sisi yang positif saja, bahwasannya hampir banyak program TV yang menurut saya berkualitas, adalah program TV yang dibawakan oleh pembawa acara (host) yang memang berkualitas juga.

Berkualitas - bukan berarti materi atau narasinya penuh dengan data, statistik, teori-teori atau quotes dari orang ternama. Berkualitas, bisa sekedar mengajak atau memancing pemikiran penonton atau dengan kata lain “mengusik” nalar yang akhirnya mengajak penonton untuk terlibat dalam alur berfikir si pembawa acara.

Acara jalan-jalan atau makan-makan, adalah acara rekreasi. Lantas bagaimana mungkin acara rileks dibawakan dengan cara cerdas berkualitas atau mikir? Sederhana saja, kita bisa koq membedakan acara petualangan antara host yang betul-betul “menyelami” petualangannya dengan host yang hanya akting karena tuntutan arahan sutradara saja. Gestur dan mata si host tidak akan pernah bisa bohong, saat dia jijik untuk mencicipi sekedar makanan kampung atau main lumpur akan jelas terlihat penonton.

Pembawa acara yang berkualitas bukan berarti ia terlihat pintar atau berdandan seperti seorang geek. Berkualitas artinya paham, paham dengan materi, situasi, interaksi, dan emosi yang musti dihadirkan ke penonton. Cerdas berinteraksi misalnya, adalah cerdas saat bertanya. Host tidak wajib terlihat pintar atau tahu segalanya. Saat ia berada di sebuah lokasi petualangan misalnya, maka wajar jika ia bertanya (berinteraksi) dengan pemandu lokasi atau penduduk lokal. Akan tetapi yang sering kita lihat adalah host yang ingin terlihat pintar dan tahu segala namun dari cara bicara dan gesturnya sangat kentara kalau ia tahu hanya karena hafalan saja.

Host tidak cerdas bisa fatal untuk acara yang mustinya cerdas. Tidak sedikit acara serius semacam talkshow, debat, diskusi, dan sejenisnya, karena dipandu oleh pembawa acara yang tidak cerdas dan berkualitas, maka acara tersebut jadi kentara sebagai acara dagelan. Sebaliknya, sekonyol-konyolnya acara komedi sekali pun jika pembawa acaranya cerdas berkualitas, maka bobot materi humornya pun terasa berbeda. Kalau pun ada situasi mencela atau menyindir, masih bisa terasa sebagai sindiran yang cerdas.

Jadi, menurut saya jika saat ini ada banyak sekali penonton yang seolah menuntut agar program TV nasional memberikan tayangan-tayangan yang mendidik, maka mulailah dengan mencari pembawa-pembawa acara yang berkualitas. Apapun jenis acaranya jika dibawakan oleh pembawa acara yang berkualitas maka program acara tersebut pun akan berkualitas. Sebaliknya, seserius apa pun program acaranya jika dibawakan oleh host tidak berkualitas, maka akan sulit acara tersebut untuk memiliki kualitas. Walaupun mencoba dengan mengundang narasumber-narasumber yang punya kualitas… percuma!

Ingin tayangan berkualitas? mulailah membuat program TV dengan pembawa acara yang berkualitas!

Ilustrasi: Anton Emdin

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang Penulis:
Anto Motulz adalah seorang blogger yang gandrung dengan segala hal yang berbau kreatif. Sejak dulu mencoba banyak hal yang berkaitan dengan aktivitas kreatif. Kini ia mencoba mencatat dan berbagi hal seru tentang kreativitas. Semoga bermanfaat ;)
Komentar, usulan? silakan kirim email ke motulz@gmail.com - atau follow twitter saya: @motulz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar