Pemberlakuan Peringatan Rokok Bergambar dan Usaha Mengakalinya


Salah satu peraturan yang mulai diberlakukan oleh pemerintah untuk mengingatkan masyarakat  akan bahayanya merokok adalah dengan mewajibkan pencantuman peringatan gambar dalam setiap bungkus rokok yang dijual.

Mengembalikan Harapan ke Daerah




Apa bedanya Jakarta di tahun 90an dengan sekarang? Tentunya selain pembangunannya ya kesemrawutannya. Kota ini seolah kepenuhan penghuni tanpa diimbangi dengan cukupnya kepatuhan terhadap hukum yang menjadikannya chaotic. Mengapa Jakarta semakin penuh? Ya karena arus urbanisasi yang tak terbendung. Lalu apakah kita harus membangun pagar disekeliling batas kota untuk mencegah urbanisasi? Tidak terbayang apa jadinya.

Solusi Kreatif Kurangi Macet Jakarta: Janjian

e5cdf854a668295de929417d222dd233_sepeda_pagi

Saat akhir pekan adalah saatnya relax dan mencari hiburan. Pilihan paling mudah adalah nonton bioskop. Namun pilihan paling sulitnya adalah membuat janji dengan teman-teman yang ingin menonton bioskop juga. Dari sini, saya malah menemukan rumus jitu yang bisa dilakukan oleh warga DKI dalam mengurangi kemacetan Jakarta. Tidak perlu menunggu MRT dan monorel, tidak perlu menunggu perda pemprov, tidak ada biaya dan anggaran besar, bahkan sudah bisa dilakukan minggu depan! Bagaimana mungkin?

Bisnis Manipulasi Hati


"…bahkan dengan memanipulasi perasaan iba saja masyarakat bisa langsung jatuh hati dan terjebak berkali-kali."

Ini bukan pertama kalinya saya mendengar cerita bahwa ada pengemis yang bisa kaya raya dari hasil mengemisnya. Disekitar tahun 90an saya masih ingat harian Kompas sempat memuat sebuat ulasan eksklusif yang mengupas tentang rumah-rumah mewah di daerah yang dimiliki oleh para pengemis di Jakarta. Ulasan tersebut jadi bahan pembicaraan orang selama berhari-hari. Namun apakah pengemis jadi berkurang? Tidak tahu tepatnya namun saya tidak pernah melihat jalan-jalan kita terbebas dari pengemis.

Kita Butuh Transportasi Publik Yang Bisa Diandalkan



Setiap kali beraktivitas di Jakarta, saya selalu merasakan kesumpekan dan keruwetan yang terus bertambah. Saya bisa merasakan ini karena seperti penduduk Jakarta yang lain, saya adalah termasuk dari salah satu warga Jakarta yang tiap hari harus melakukan commute dari kawasan suburb di selatan Jakarta ke tempat saya beraktifitas dengan menghabiskan waktu sekitar 45 menit kalau kondisi jalanan tidak macet (silahkan bayangkan sendiri berapa lama yang harus tempuh jika kondisi jalanan sedang macet). Bagi warga yang tinggal di kawasan kota satelit Jakarta bahkan harus menghabiskan waktu yang lebih lama lagi untuk mencapai tempat kerja mereka.

Trotoar untuk Siapa?


Jalan adalah sebuah prasarana penting dalam tata kota dimana banyak prasarana lain ikut bergantung pada keberadaan jalan tersebut yaitu salah satunya transportasi. Beragamnya pengguna jalan maka dirasakan penting untuk dibuat pembagian penggunaan jalan berdasarkan penggunanya, maka kita bisa menemukan apa yang kita sebut dengan trotoar yang saya yakin semua orang sudah tahu fungsinya untuk apa, yaitu untuk pejalan kaki yang melakukan perjalanan dengan alat transportasi alam yang built-in dengan tubuh kita, yaitu sepasang kaki.

Visi Jokowi vs. Prabowo Dalam Hal Korupsi


Saya bermaksud mengurai visi dan misi kedua capres—Jokowi dan Prabowo—di bidang politik dalam negeri. Tujuannya supaya kita bisa memiliki perbandingan yang jelas antara dua calon yang akan menjadi presiden Indonesia dalam lima tahun ke dapan. Dengan melakukan perbandingan yang tepat, saya berharap pemilih mendapat informasi yang lebih jelas siapa yang musti dipilih.