Berebut Legitimasi Sukarno
Memakai nama dan simbol Sukarno dalam pemilu sudah dilakukan sejak pemilu 1971, untuk mendapatkan dukungan luas masyarakat.
Suharto: Masih enak jamanku kan?
Sejak 15 tahun lalu Suharto turun tahta, saya sering ketemu dengan orang-orang yang merindukan kondisi ekonomi jaman Suharto, dan menyesalkan kondisi jaman sekarang yang lebih buruk. Tapi apakah benar hidup di jaman Suharto lebih enak? Saya mencoba kumpulkan data-datanya:
Degradasi Musik Indonesia?
Bibit Musik Lokal
Sekilas mengingat betapa industri musik di Indonesia ini sudah mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Musisi sudah mapan dan mampu di cap sebagai sebuah profesi dari kesenimanan. Hal ini bukan lah sebuah “hadiah” yang turun dari langit begitu saja melainkan buah dari hasil kerja keras para insan musik di negara ini selama puluhan tahun.
Usaha Pematahan Pilkada Langsung
Headline ini muncul karena beberapa fraksi DPR periode 2009-2014 kemungkinan akan mematahkan proses Pilkada Langsung oleh rakyat seperti yang selama ini dijalankan. Wacana tersebut muncul sebagai gagasan yang diusulkan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan dilatarbelakangi dua hal besar.
Program TV Berkualitas? Mulailah Dengan Host Yang Berkualitas
Hari Minggu, seperti biasa adalah hari saya mengunjungi rumah orang tua. Di saat itulah biasanya saya “terpaksa” menonton tayangan TV lokal. Maklum biasanya saya hanya menonton TV kabel program asing, sementara untuk tayangan program lokal ya beberapa acara komedi saja. Alasannya sederhana, karena hampir banyak program TV lokal tidak mempunyai bobot kualitas.
Pengurangan Subsidi BBM: Benar atau Salah?
Seberapa serius kah akibat yang bakal terjadi jika subsidi terhadap BBM dihapuskan? Kalau ditelusuri ya cukup banyak, selain harga BBM jadi terlihat naik (padahal sebenarnya harga BBM kembali normal) lalu efeknya akan berantai ke semua harga-harga kebutuhan kita sehari-hari. Lalu apa yang terjadi jika BBM tetap disubsidi?
Mencari Rumus Tuhan
Membahas Tuhan dalam sains sudah merupakan pembahasan dan perdebatan panjang yang hingga kini tidak pernah ada titik temunya. Pihak yang berseteru adalah ilmuwan dan para ahli agama (teologi). Belakangan seorang pakar fisikawan Stephen Hawking mengeluarkan buku berjudulGrand Design. Buku tersebut spontan memancing keributan terutama di sisi para ahli agama. Hal ini disebabkan karena penjelasan dari buku tersebut yang menjelaskan bahwa alam semesta ini tercipta hampir tanpa membutuhkan keterlibatan Tuhan. Sains membuktikan hal yang demikian sementara para ahli agama dan teologi tetap pada keyakinannya bahwa semesta dan kehidupan ini jelas ciptaan Tuhan, akan tetapi mereka tidak bisa membuktikan secara bukti-bukti seperti yang dibutuhkan oleh para ilmuwan. Sampai kapan ini akan tetap berada pada jurang yang berseberangan? Mungkinkah perseteruan ini terjawab pada satu titik temu yang memuaskan kedua belah pihak?
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)


